Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Armia Pahmi, mengungkapkan bahwa saat ini tidak ada lagi desa yang terisolasi akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Dia menambahkan bahwa seluruh bantuan logistik telah berhasil didistribusikan ke semua desa di Aceh Tamiang, sehingga warga terdampak telah mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.
Dalam pernyataannya, Armia menekankan pentingnya distribusi bantuan yang cepat dan tepat sasaran. Ia berkomitmen untuk memastikan tidak ada warga yang terlantar dan semua kebutuhan dasar mereka terpenuhi dalam situasi darurat ini.
“Kalau desa yang terisolir sudah tidak ada lagi. Seluruhnya sudah kita distribusikan logistiknya,” kata Armia, menanggapi situasi saat ini. Ia menjelaskan bahwa banyak bantuan logistik sudah masuk ke daerah tersebut, dan telah disampaikan sesuai dengan permintaan kepala desa setempat.
Proses Distribusi Bantuan Logistik yang Efisien
Armia menjelaskan bahwa langkah distribusi bantuan logistik dilakukan dengan sangat hati-hati. Setiap desa, sebanyak 216, telah menerima bantuan sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing.
“Bantuan sudah banyak yang masuk dan sudah kita distribusikan ke 216 desa sesuai permintaan para kepala desa,” ucapnya. Ini menunjukkan efisiensi dalam sistem distribusi yang ada, yang memungkinkan penanganan bencana menjadi lebih terarah.
Selain itu, Armia juga menyampaikan bahwa keterlibatan langsung kepala desa dalam proses tersebut sangat membantu. Mereka dapat memberikan informasi yang akurat tentang kebutuhan warganya, sehingga bantuan yang diberikan dapat maksimal.
Persiapan untuk Pemulihan Pasca Bencana
Dalam rangka memulihkan kondisi masyarakat pasca bencana, Bupati Armia menyampaikan bahwa pihaknya juga menyiapkan hunian sementara bagi warga terdampak. Ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mengatasi masalah perumahan yang akan muncul setelah bencana.
Untuk hunian sementara tersebut, pihaknya telah menyiapkan lahan milik pemerintah. Data terkait juga sudah dikirimkan ke Pemprov Aceh untuk proses lebih lanjut.
“Saya berkeinginan di Bulan Januari, huntara dan huntap telap bisa kita dirikan, Insya Allah,” ungkapnya optimis. Persiapan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk segera memulihkan kehidupan masyarakat yang terkena dampak bencana.
Kedatangan Bantuan Kemanusiaan dari Berbagai Pihak
Bantuan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor telah datang dari berbagai pihak, termasuk Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar. Pada tanggal 16 Desember 2025, mereka menyalurkan bantuan sekitar 10 ton yang difokuskan untuk masyarakat di beberapa wilayah.
Wilayah yang menjadi fokus penyaluran adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Kota Langsa. Hal ini menunjukkan kepedulian yang besar dari berbagai lembaga dalam membantu korban bencana ini.
Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar, H Saifuddin SE, berharap bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dasar para korban selama masa tanggap darurat. Pemerintah Aceh juga telah memperpanjang masa tanggap darurat hingga 25 Desember mendatang.
