Kebakaran yang terjadi di Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, telah menyebabkan sejumlah korban, termasuk luka-luka serius. Insiden ini mengguncang banyak pihak, terutama karena kemunculan kebakaran yang tidak terduga di tengah aktivitas sehari-hari karyawan.
Kepala Polisi Sektor Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, adalah salah satu individu yang mengalami luka berat dalam kejadian tersebut. Menurut keterangan dari Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, total ada tiga korban luka, dan Agung harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Susatyo menjelaskan bahwa kondisi Kapolsek Kemayoran cukup serius karena dia mengalami luka di bagian tangan. Perawatan untuk Agung pun dilakukan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, tempat di mana ia mendapat perhatian medis lebih lanjut.
Api mulai berkobar di Gedung Terra Drone pada Selasa siang, tepatnya pada pukul 12.30. Berdasarkan penyelidikan awal, sumber kebakaran berasal dari baterai yang ada di lantai satu gedung tersebut. Insiden ini menunjukkan betapa cepatnya api dapat menyebar jika tidak segera ditanggulangi.
Setelah api muncul, karyawan yang berada di gedung tersebut berusaha memadamkannya, tetapi usaha mereka terbentur oleh kekuatan api yang semakin membesar. Dengan dukungan petugas pemadam kebakaran, situasi berusaha dikendalikan, namun tidak mudah menghadapi kobaran api yang berkobar di area tersebut.
Detil Insiden Kebakaran di Gedung Terra Drone Kemayoran
Kebakaran di Gedung Terra Drone terjadi saat sebagian besar karyawan sedang istirahat makan siang. Sementara beberapa karyawan berada di luar gedung, yang lainnya memilih untuk beristirahat di lantai dua hingga enam gedung tersebut.
Ketika api mulai menyebar, kepanikan muncul di antara karyawan yang berada di dalam gedung. Asap pekat naik hingga mencapai lantai enam, sangat mempengaruhi visibilitas dan menyebabkan ketakutan di kalangan para karyawan yang terjebak.
Kapolres Susatyo menggambarkan situasi saat itu sebagai sangat berbahaya, di mana banyak orang yang mungkin belum menyadari besarnya ancaman yang mereka hadapi. Kesigapan beberapa karyawan dalam berusaha memadamkan api menjadi tindakan heroik, meskipun tidak berhasil menghentikan penyebaran api.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban yang terdaftar mencapai 22 orang meninggal dunia. Jenazah para korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.
Tim investigasi juga mulai bekerja untuk mengungkap penyebab kebakaran dan langkah-langkah selanjutnya yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan tentang kondisi yang memicu terjadinya kebakaran tersebut.
Respons Infrastruktur dan Layanan Darurat Terhadap Kebakaran
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kebakaran bekerja keras untuk mengendalikan api yang terus menyala. Mereka menghadapi tantangan besar karena api menyebar dengan cepat dan menembus berbagai bagian gedung yang cukup kompleks.
Sambil berusaha memadamkan api, petugas juga melakukan evakuasi terhadap karyawan yang masih terjebak di dalam gedung. Usaha ini sangat penting untuk mencegah jumlah korban jiwa yang lebih besar.
Masyarakat sekitar juga memberikan dukungan kepada para petugas dengan menyuplai air dan berupaya mengarahkan lalu lintas agar petugas dapat bekerja tanpa gangguan. Solidaritas ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama dalam menghadapi bencana.
Setelah beberapa jam, api akhirnya bisa dikuasai, tetapi dampak yang ditinggalkan sangat besar. Dampak sosial dan psikologis terhadap karyawan dan keluarga korban pastinya akan berlangsung dalam waktu yang lama.
Pemerintah dan pihak terkait segera memberikan dukungan psiko-sosial kepada para korban dan keluarga yang terkena dampak kebakaran ini. Upaya ini penting untuk membantu mereka mengatasi trauma yang baru saja mereka alami.
Langkah-Langkah Keamanan dan Protokol Darurat yang Perlu Dipatuhi
Dari insiden ini, penting untuk melakukan evaluasi terhadap protokol keamanan di tempat kerja. Setiap gedung harus memiliki rencana evakuasi yang jelas dan dapat diakses oleh semua karyawan, sehingga dalam situasi darurat, mereka bisa bertindak cepat.
Pemilik gedung dan manajemen perusahaan perlu bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memastikan bahwa semua perangkat pemadam kebakaran berfungsi dengan baik. Pelatihan rutin juga harus dilakukan agar karyawan tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran.
Pihak perusahaan diharapkan untuk lebih serius dalam menginvestasikan anggaran untuk keamanan, bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga faktor pendidikan mengenai cara menangani kebakaran. Edukasi tentang keselamatan kerja menjadi sangat penting untuk mencegah insiden serupa di kemudian hari.
Oleh karena itu, langkah-langkah pengendalian risiko yang tepat harus diterapkan di setiap lokasi kerja. Setiap orang di tempat kerja harus menjadi bagian dari solusi untuk menjaga keselamatan satu sama lain.
Dalam menghadapi bencana seperti ini, kerjasama dan komunikasi menjadi kunci utama. Semua pihak harus siap untuk berkontribusi pada rasa aman di tempat kerja agar kejadian menyedihkan ini tidak terulang kembali.
