Mulai Januari 2026, wisatawan serta pelaku bisnis dari 38 negara akan menghadapi aturan baru yang memberlakukan biaya masuk yang lebih mahal ke Amerika Serikat (AS). Aturan ini mengharuskan mereka untuk membayar uang jaminan visa yang jumlahnya bisa mencapai 15 ribu dolar AS, atau sekitar Rp 252 juta, untuk mengajukan visa masuk.
Pemerintah AS menyatakan bahwa kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi pelanggaran visa yang terjadi dari negara tertentu. Uang jaminan ini akan dikembalikan apabila permohonan visa ditolak atau jika semua persyaratan terpenuhi sesuai kebijakan yang berlaku.
Kebijakan ini terutama menyasar pemegang paspor dari negara-negara dengan tingkat pelanggaran visa yang tinggi. Dengan adanya uang jaminan yang besar, diharapkan dapat memberikan efek jera dan mengurangi angka pelanggaran yang terjadi di masa lalu.
Data yang dirilis oleh Organisasi Buruh Internasional menunjukkan bahwa 29 dari total 38 negara yang terkena dampak kebijakan ini memiliki pendapatan bulanan rata-rata sebesar 675 dolar AS. Ini menjadi perhatian, karena sejumlah negara yang masuk dalam daftar baru ini kebanyakan berasal dari Afrika, diikuti oleh beberapa negara lainnya dari Asia dan Amerika Selatan.
Aturan mengenai uang jaminan ini mulai berlaku pada 21 Januari 2026 bagi negara-negara yang baru ditambahkan. Besar uang jaminan yang ditentukan berkisar antara 5.000 hingga 15.000 dolar AS, dan jumlah tersebut ditentukan oleh petugas konsuler saat wawancara visa berlangsung.
Pemerintah AS dan Kebijakan Visa yang Baru
Pemerintah AS secara aktif mencari cara untuk mengurangi pelanggaran visa dan meningkatkan disiplin di kalangan pemegang visa. Banyak negara yang terkena kebijakan ini dianggap telah menderita pelanggaran yang signifikan dalam hal kepatuhan terhadap masa berlaku visa.
Melalui pengenaan uang jaminan, berharap hal ini dapat menjadi salah satu langkah untuk memperketat kontrol terhadap pengeluaran visa. Kebijakan ini mencerminkan pendekatan yang lebih ketat terhadap pemegang visa, dengan harapan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab di antara pelancong.
Langkah ini juga berkaitan dengan perlunya menjaga keamanan dan kesejahteraan di dalam AS. Dengan adanya jaminan ini, pemerintah AS berharap bisa memfilter pemohon visa yang dianggap berisiko tinggi untuk melanggar aturan yang ada.
Setiap pemohon visa harus memahami bahwa pembayaran uang jaminan tidak menjamin bahwa visa akan diterima. Ini menjadi satu tantangan baru bagi para pemohon yang harus siap dengan konsekuensi finansial yang cukup besar.
Pemerintah AS berencana melakukan evaluasi terhadap efektivitas kebijakan ini setelah periode tertentu. Ini mungkin melibatkan pengumpulan data tentang pelanggaran visa yang terjadi dan sejauh mana uang jaminan berpengaruh dalam mengurangi pelanggaran tersebut.
Dampak Kebijakan Ini bagi Pelaku Bisnis dan Wisatawan
Kebijakan baru ini tentu akan memberikan dampak signifikan kepada para pelaku bisnis dan wisatawan dari negara-negara yang terkena. Di satu sisi, pelaku bisnis mungkin merasa terhambat untuk melakukan perjalanan ke AS karena adanya biaya tambahan ini.
Bagi wisatawan, tak jarang uang jaminan ini bisa menjadi penghalang untuk berkunjung. Terutama bagi mereka yang berasal dari negara dengan pendapatan rendah, pembayaran jaminan yang tinggi dapat menjadi bumerang dalam perencanaan perjalanan mereka.
Di lain pihak, pengenalan uang jaminan ini dapat membuat perjalanan ke AS lebih selektif. Hal ini mungkin menurunkan jumlah pelancong, tetapi meningkatkan kualitas serta kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di negara tersebut.
Memang, dalam jangka pendek, kita mungkin melihat penurunan signifikan dalam jumlah pemohon visa. Namun, seiring waktu, jika efektivitas kebijakan ini dapat diterima secara luas, diharapkan para pelancong akan lebih bertanggung jawab.
Dalam konteks ekonomi, penurunan jumlah wisatawan mungkin juga berdampak pada sektor pariwisata di AS. Sejarah menunjukkan bahwa perjalanan internasional dapat merangsang pertumbuhan ekonomi, sehingga perlunya keseimbangan antara keamanan dan pertumbuhan ekonomi menjadi sangat penting.
Perubahan Kebijakan Visa dan Responsornya
Respon terhadap kebijakan baru ini bervariasi tergantung dari perspektif masing-masing pemangku kepentingan. Beberapa negara mungkin mengajukan keberatan terhadap kebijakan ini, berargumen bahwa hal ini tidak adil bagi warga mereka yang hanya ingin melawat AS.
Sementara itu, ada pula yang percaya bahwa langkah ini sangat penting untuk menjaga integritas sistem imigrasi AS. Kebijakan ketat seperti ini mungkin dipandang sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan nasional.
Di tengah berbagai kritik, pemerintah AS tetap pada pendiriannya bahwa kebijakan ini harus dijalankan. Mereka mengklaim bahwa dengan cara ini, jumlah pelanggaran kedaulatan hukum dapat berkurang secara signifikan.
Penting bagi negara-negara yang terkena dampak untuk memahami bahwa setiap kebijakan terkadang diambil demi kepentingan bersama. Dalam hal ini, pengenaan uang jaminan ini adalah cerminan dari keinginan untuk meningkatkan keamanan dan kepatuhan.
Ke depannya, diharapkan ada dialog antara pemerintah AS dan negara-negara terkait untuk menindaklanjuti dampak dari kebijakan ini serta mencari solusi yang saling menguntungkan.
